Skip to main content

Meningkatkan pengetahuan petani melalui penyuluhan pertanian


              Pertanian modern yang berkelanjutan selalu dihubungkan dengan perubahan yang dilakukan para petani pada metode bercocok tanam. Perubahan ini lebih dicondongkan mengenai kesesuaian penggunaan lahan dan intensitas produksi selama musim tanam. Pengolahan lahan di luar batas kemampuan lahan budidaya lama-kelamaan akan berdampak buruk pada kondisi kesuburan tanah pertanian.
             
               Pemerintah telah banyak melakukan usaha peningkatan pengetahuan para petani tentang tata cara bertani yang sesuai dengan perkembangan zaman modern dan pengendalian lahan pertanian secara bertahap. Media edukasi bagi petani ini, diantaranya dengan berbagai pertemuan-pertemuan penyuluhan pertanian yang telah diadakan baik secara formal maupun swadaya masyarakat. Tentunya, hal ini tak lepas dari peran para ahli pertanian untuk meningkatkan daya saing para petani dengan produksi industri secara global.

              Wacana pada penyuluhan pertanian dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan oleh para petani pada masa produksi. Disiplin penyuluh berada pada lingkup pengembangan produksi pertanian agar dapat menghasilkan petani berdedikasi tinggi dan produk pertanian yang berkualitas.

              Pada masa mendatang, petani dituntut agar mampu mensistem secara mandiri kegiatan input dan output produksi pertanian. Peningkatan kualitas produk pertanian dan keterjangkauan daya beli masyarakat ikut pula mendorong kecerdasan petani dalam menganalisa baik-buruknya metode bertani yang sedang ia kembangkan. Pengelolaan hasil pertanian pasca panen pun membutuhkan penanganan yang baik dan benar agar kesegaran produk tetap dapat dijaga.

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan istilah kebun, sawah, ladang dan taman

     Kebun adalah istilah yang digunakan untuk menamai suatu bentangan lahan pertanian yang memiliki cakupan area yang luas. Karakteristik yang menonjol adalah komoditi yang ditanam sejenis dengan kapasitas pengelolaan lahan yang tinggi. Tenaga kerja tergolong ahli sehingga tiap orang dapat menangani area pertanian yang luas. Nama ini lebih sering kita jumpai dengan penyebutan kata "perkebunan".      Sawah adalah lahan pertanian terarah dengan komoditi pertaniannya didominasi tanaman-tanaman jenis serealia. Di Indonesia, lahan persawahan sangat dikenal dengan tanaman padinya. Lahan pertanian untuk tanaman serealia diusahakan pada bentangan yang datar karena jenis tanaman ini mudah rubuh jika terkena tiupan angin kencang.      Ladang adalah jenis tanah tidur yang masih dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dengan komoditi umumnya sejenis palawija. Tanaman palawija tahan terhadap cuaca yang cenderung kering. Ladang...

Pengeringan lumpur yang mengendap di dasar kolam

      Limbah / kotoran ikan yang menumpuk di dasar kolam menjadi sarang penyakit bagi ikan.      Proses pembuangan pada limbah ini juga berpotensi merusak ekosistem daerah tersebut.            Kawasan sentra pembesaran ikan harus menunggu beberapa tahun apabila daerahnya telah tercemar.      Untuk mengantisipasinya, peningkatan pada program sanitasi mampu mengurangi dampak pencemaran limbah pada kolam dan lingkungan di sekitarnya.      Penanganan yang paling mudah adalah dengan pengangkatan lumpur endapan dari dasar kolam yang sedang digunakan.     Setelah diangkat lumpur diangin-anginkan di bawah sinar matahari. Proses pengeringan membutuhkan 3-5 hari. Lumpur yang telah kering bisa digunakan untuk media tanam atau sebagai pupuk tambahan.

Kelinci (Lepus sp.)

  Kelinci termasuk ke dalam suku Lagomorpha dan terbagi menjadi 2 (dua)  famili, yaitu: Leporidae dengan anggotanya dari jenis rabbit dan hare. Lalu, Ochotonidae dari jenis rock rabbit atau sering disebut pika. Terdapat 3 genus dari Lagomorpha yakni, Lepus (hare), Sylvilagus (kelinci ekor kapas asal Amerika), dan Oryctolagus (kelinci liar Eropa dan domestik). Kelinci liar asal Eropa dan kelinci domestik mengarah pada Oryctolagus cuniculus . Mayoritas kelinci tidak melakukan kawin silang (interbreed).    Hare (Terwelu) dan Kelinci banyak berasal dari berbagai belahan dunia, terkecuali Australasia dan Madagaskar. Di Asia Tenggara, terwelu diwakili oleh Lepus peguensis (kelinci Siam) yang terdapat di Myanmar, Thailand (selain daerah semenanjung), Laos, Vietnam, dan Kamboja. Cirinya berbintik coklat-kemerahan dengan warna perut pucat, ekor belang dan sering kali dijumpai di alam terbuka. Spesies kelinci domestik asal Sumatra termasuk pada jenis keli...