Skip to main content

Kendala pengelolaan aneka produk segar

      Tingginya angka produksi komoditi biasanya berbanding terbalik dengan efektifitas kegiatan penyimpanan (storaging) di negara-negara tropis. Hal ini dikarenakan perubahan cuaca yang dapat berganti sewaktu-waktu dan mengakibatkan produk segar menjadi lebih cepat rusak. Jamur dan bakteri lebih cepat tumbuh dan menyebabkan produk segar terjangkit penyakit hingga mengalami kebusukan.

      Pembuatan gudang penyimpanan terpadu diarahkan agar dapat menjaga kapasitas kesegaran produk segar (perikanan, pertanian dan peternakan). Akan tetapi, waktu penyimpanan juga dibatasi karena kerusakan juga dapat terjadi di dalam gudang meski sangat kecil.

      Produk segar hanya dapat bertahan baik dalam dua hingga tiga hari saja pada kondisi lingkungan. Berbeda halnya dengan produk kering yang biasanya dapat disimpan hingga tiga sampai enam bulan dengan tingkat kerusakan minimal. Penyimpanan produk segar diarahkan untuk mendorong jangka waktu kesegaran melebihi batasan kondisi lingkungan dengan mensterilkan tempat penyimpanan dari pertumbuhan jamur dan bakteri yang dapat mengurangi kesegaran dan menjadi media pertumbuhan berbagai penyakit.


Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan istilah kebun, sawah, ladang dan taman

     Kebun adalah istilah yang digunakan untuk menamai suatu bentangan lahan pertanian yang memiliki cakupan area yang luas. Karakteristik yang menonjol adalah komoditi yang ditanam sejenis dengan kapasitas pengelolaan lahan yang tinggi. Tenaga kerja tergolong ahli sehingga tiap orang dapat menangani area pertanian yang luas. Nama ini lebih sering kita jumpai dengan penyebutan kata "perkebunan".      Sawah adalah lahan pertanian terarah dengan komoditi pertaniannya didominasi tanaman-tanaman jenis serealia. Di Indonesia, lahan persawahan sangat dikenal dengan tanaman padinya. Lahan pertanian untuk tanaman serealia diusahakan pada bentangan yang datar karena jenis tanaman ini mudah rubuh jika terkena tiupan angin kencang.      Ladang adalah jenis tanah tidur yang masih dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dengan komoditi umumnya sejenis palawija. Tanaman palawija tahan terhadap cuaca yang cenderung kering. Ladang...

Pengeringan lumpur yang mengendap di dasar kolam

      Limbah / kotoran ikan yang menumpuk di dasar kolam menjadi sarang penyakit bagi ikan.      Proses pembuangan pada limbah ini juga berpotensi merusak ekosistem daerah tersebut.            Kawasan sentra pembesaran ikan harus menunggu beberapa tahun apabila daerahnya telah tercemar.      Untuk mengantisipasinya, peningkatan pada program sanitasi mampu mengurangi dampak pencemaran limbah pada kolam dan lingkungan di sekitarnya.      Penanganan yang paling mudah adalah dengan pengangkatan lumpur endapan dari dasar kolam yang sedang digunakan.     Setelah diangkat lumpur diangin-anginkan di bawah sinar matahari. Proses pengeringan membutuhkan 3-5 hari. Lumpur yang telah kering bisa digunakan untuk media tanam atau sebagai pupuk tambahan.

Menentukan ukuran media tanam yang tepat pada budidaya tanaman produksi

                  Kegagalan proses produksi pertanian pada berbagai media tanam dapat diantisipasi sejak dini. Hal ini dapat diketahui dari berbagai pengetahuan dasar tentang proses perkembangan tanaman produksi. Petani yang telah mencermati seluk-beluk perkembangan tanaman mampu melakukan produksi tanpa terjadi hambatan. Di antara hal yang dapat diantisipasi sejak dini yaitu penggunaan media tanam dan jarak media tanam yang optimal untuk pertumbuhan tanaman.                  Persiapan pada pengolahan media tanam dan penentuan jarak tanam dapat dilakukan dengan mengetahui pertumbuhan akar secara optimal hingga tanaman tumbuh dewasa dan dapat mulai berproduksi. Pertumbuhan akar dijadikan patokan karena mayoritas hara dan mineral yang dikonsumsi tanaman didapat dari penyerapan hara tanah oleh akar itu sendiri. Pertumbuhan akar akan optimal pada media yang me...