Skip to main content

Pertumbuhan produsen baru untuk siasati kenaikan harga

      Kiat positif yang dapat dilakukan oleh pendatang baru pada bisnis peternakan pasca terjadinya kenaikan harga ayam pedaging dan telur ayam, antara lain:
1. Menjaga kwalitas dan kwantitas produksi daging dan telur ayam, baik dari segi sanitasi tempat dan organisme maupun peningkatan SDM/peternak.
2. Mengikuti harga acuan dari pemerintah dalam menentukan harga jual dari peternakan.
3. Mendistribusikan produk daging dan telur ayam melalui jalur usaha yang sehat, agar terhindar dari jeratan pidana bagi pelaku produsen maupun distributor. 
4. Alih-alih ikut menaikkan harga produk, lebih baik si peternak tetap menjaga harga produknya pada keadaan normal tanpa ikut-ikutan menaikkan harga jual.
   
Perbedaan sudut pandang pada kejadian meningkatnya harga daging dan telur ayam:
1.        Sudut pandang dari sisi konsumen
Terjadinya kelangkaan produk di pasar lokal maupun daerah di sekitar tempat-tinggalnya yang berakibat pada tidak-terpenuhinya kebutuhan produk pada hari yang sama.
2.        Sudut pandang dari sisi Pemerintah
Terjadinya gangguan pada regulasi harga produk yang digunakan sebagai acuan bagi peternak-distributor-konsumen. Kemungkinan terjadinya pelanggaran dari pelaku usaha peternak maupun distributor masih ada, sehingga menuntut adanya tindak-lanjut/pengusutan pada pihak-pihak yang disinyalir melakukan pelanggaran.
3.         Sudut pandang dari sisi ahli
Terjadinya  gangguan pada sistem produksi maupun distribusi yang imbasnya barang/produk yang sampai di masyarakat, selaku konsumen mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Produsen dan Distributor daging dan telur ayam memiliki tantangan tersendiri dalam menempuh bahtera usaha dewasa ini. Selain dituntut untuk terus meningkatkan kwalitas dan kwantitas produksinya, pelaku usaha juga diminta untuk terus menjaga kegiatan usahanya agar tetap 'Jujur dan Sehat' sehingga kestabilan harga dan jumlah produksi dapat terus dijaga. Apresiasi besar perlu diberikan pada setiap pihak yang menjaga ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat agar tetap mampu berdikari pada era globalisasi. 

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan istilah kebun, sawah, ladang dan taman

     Kebun adalah istilah yang digunakan untuk menamai suatu bentangan lahan pertanian yang memiliki cakupan area yang luas. Karakteristik yang menonjol adalah komoditi yang ditanam sejenis dengan kapasitas pengelolaan lahan yang tinggi. Tenaga kerja tergolong ahli sehingga tiap orang dapat menangani area pertanian yang luas. Nama ini lebih sering kita jumpai dengan penyebutan kata "perkebunan".      Sawah adalah lahan pertanian terarah dengan komoditi pertaniannya didominasi tanaman-tanaman jenis serealia. Di Indonesia, lahan persawahan sangat dikenal dengan tanaman padinya. Lahan pertanian untuk tanaman serealia diusahakan pada bentangan yang datar karena jenis tanaman ini mudah rubuh jika terkena tiupan angin kencang.      Ladang adalah jenis tanah tidur yang masih dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dengan komoditi umumnya sejenis palawija. Tanaman palawija tahan terhadap cuaca yang cenderung kering. Ladang...

Pengeringan lumpur yang mengendap di dasar kolam

      Limbah / kotoran ikan yang menumpuk di dasar kolam menjadi sarang penyakit bagi ikan.      Proses pembuangan pada limbah ini juga berpotensi merusak ekosistem daerah tersebut.            Kawasan sentra pembesaran ikan harus menunggu beberapa tahun apabila daerahnya telah tercemar.      Untuk mengantisipasinya, peningkatan pada program sanitasi mampu mengurangi dampak pencemaran limbah pada kolam dan lingkungan di sekitarnya.      Penanganan yang paling mudah adalah dengan pengangkatan lumpur endapan dari dasar kolam yang sedang digunakan.     Setelah diangkat lumpur diangin-anginkan di bawah sinar matahari. Proses pengeringan membutuhkan 3-5 hari. Lumpur yang telah kering bisa digunakan untuk media tanam atau sebagai pupuk tambahan.

Menentukan ukuran media tanam yang tepat pada budidaya tanaman produksi

                  Kegagalan proses produksi pertanian pada berbagai media tanam dapat diantisipasi sejak dini. Hal ini dapat diketahui dari berbagai pengetahuan dasar tentang proses perkembangan tanaman produksi. Petani yang telah mencermati seluk-beluk perkembangan tanaman mampu melakukan produksi tanpa terjadi hambatan. Di antara hal yang dapat diantisipasi sejak dini yaitu penggunaan media tanam dan jarak media tanam yang optimal untuk pertumbuhan tanaman.                  Persiapan pada pengolahan media tanam dan penentuan jarak tanam dapat dilakukan dengan mengetahui pertumbuhan akar secara optimal hingga tanaman tumbuh dewasa dan dapat mulai berproduksi. Pertumbuhan akar dijadikan patokan karena mayoritas hara dan mineral yang dikonsumsi tanaman didapat dari penyerapan hara tanah oleh akar itu sendiri. Pertumbuhan akar akan optimal pada media yang me...